|
Disain
Untuk Rumah Sempit
Di rumah
Dengan ruang tamu—yang ukurannya kecil—digabungkan dengan ruang
makan dan dapur. Tujuannya agar ruangan tampak lebih luas karena
pandangan terbuka ke semua ruang-ruang ini. Tapi kemudian timbul
masalah. Dinding yang berbatasan dengan tetangga menjadi dinding
yang panjang dan membosankan. Ruangannya pun hanya kotak datar saja,
tanpa adanya permainan tinggi rendah lantai. Untuk mengatasinya,
dinding panjang itu diberi warna kuning kunyit, yang jauh lebih
tua daripada warna dinding lainnya. Hasilnya, dinding rumah yang
tadinya kosong jadi lebih segar dan berisi. Sofa Berseberangan Warna
Di ruang tamu ini juga dapat dilihat permainan warna pada sofa.
Dua buah sofa yang berbeda warna (merah dan putih) diletakkan di
sana. Untuk menyatukan keduanya, di atas sofa putih diletakkan bantal
berwarna merah. Selain itu, furnitur yang ada di rumah ini terasa
menyatu dengan dinding. Contohnya di ruang tidur; rak TV—yang terletak
di seberang tempat tidur—dibuat menyatu dengan meja rias. Di samping
tempat tidur juga bisa ditemui nakas kantilever yang dibuat bertingkat.
Untuk “menyatukan” nakas dengan tempat tidur, digunakan semacam
kayu lapis. Rak-rak pajang diberi latar belakang sehingga tampak
beda. Hal seperti ini diterapkan di seluruh rak pajang yang berada
di rumah, mulai dari ruang tamu, kamar tidur utama sampai ke kamar
tidur anak. Kamar Anak Luas Kamar anak dirancang dengan sangat baik.
Karena ingin si anak dapat melakukan segala aktivitas di dalamnya,
kamar dibuat cukup luas. Untuk mendapatkan tempat tidur yang luas
di lahan yang terbatas, mau tak mau rumah harus dibuat bertingkat.
Dan di lantai bawah hanya dibuat satu kamar. Furniturnya juga dibuat
tak biasa; mulai dari lemari, rak pajang, dan tempat tidur. Bahkan,
di dinding samping tempat tidur diberi bantalan sehingga anak bisa
bersandar di sana ketika membaca atau bermain. Anak pun akan betah
di rumah. )
Mengakali Ruang
Sempit
Tak ada batas sama sekali antara ruang tamu dengan ruang makan dan
dapur. Malahan, kitchen set benar-benar berada di sebelah sofa.
Penataan ruang seperti ini bisa membuat ruang tamu ikut berasap
ketika ada yang sedang memasak di dapur. Karenanya, agar asap segera
keluar, sebaiknya kompor diletakkan sejauh mungkin dari ruang tamu,
dan sedekat mungkin dengan jendela. Lebih baik lagi jika dapur dilengkapi
cookerhood.

Di rumah ini, ruang tamu—yang ukurannya kecil—digabungkan
dengan ruang makan dan dapur. Tujuannya agar ruangan tampak lebih
luas karena pandangan terbuka ke semua ruang-ruang ini.
Tapi kemudian timbul masalah. Dinding yang berbatasan dengan tetangga
menjadi dinding yang panjang dan membosankan. Ruangannya pun hanya
kotak datar saja, tanpa adanya permainan tinggi rendah lantai. Untuk
mengatasinya, dinding panjang itu diberi warna kuning kunyit, yang
jauh lebih tua daripada warna dinding lainnya. Hasilnya, dinding
rumah yang tadinya kosong jadi lebih segar dan berisi.
Sofa Berseberangan Warna
Di ruang tamu ini juga dapat dilihat permainan warna pada sofa.
Dua buah sofa yang berbeda warna (merah dan putih) diletakkan di
sana. Untuk menyatukan keduanya, di atas sofa putih diletakkan bantal
berwarna merah.
Selain itu, furnitur yang ada di rumah ini terasa menyatu dengan
dinding. Contohnya di ruang tidur; rak TV—yang terletak di
seberang tempat tidur—dibuat menyatu dengan meja rias. Di
samping tempat tidur juga bisa ditemui nakas kantilever yang dibuat
bertingkat. Untuk “menyatukan” nakas dengan tempat tidur,
digunakan semacam kayu lapis.
Rak-rak pajang diberi latar belakang sehingga tampak beda. Hal
seperti ini diterapkan di seluruh rak pajang yang berada di rumah,
mulai dari ruang tamu, kamar tidur utama sampai ke kamar tidur anak.
Kamar Anak Luas
Kamar anak dirancang dengan sangat baik. Karena ingin si anak dapat
melakukan segala aktivitas di dalamnya, kamar dibuat cukup luas.
Untuk mendapatkan tempat tidur yang luas di lahan yang terbatas,
mau tak mau rumah harus dibuat bertingkat. Dan di lantai bawah hanya
dibuat satu kamar.
Furniturnya juga dibuat tak biasa; mulai dari lemari, rak pajang,
dan tempat tidur. Bahkan, di dinding samping tempat tidur diberi
bantalan sehingga anak bisa bersandar di sana ketika membaca atau
bermain. Anak pun akan betah di rumah.
(rma/dek)
Top
of Page
|