|
Serba-serbi
tangga di rumah
Seperti apa kebutuhan tangga di rumah saat ini mengingat semakin
mahalnya tanah, orang cenderung mengembangkan rumahnya ke atas?
Ya, sepertinya pertanyaan ini sudah menjawab dirinya sendiri. Rumah-rumah
di masa depan akan lebih banyak yang bertingkat, karena lahan yang
semakin berkurang dan mahal. Rumah-rumah tidak lagi dikembangkan
secara horizontal, namun lebih secara vertikal. Tangga akan menjadi
elemen vital dalam rumah tinggal karena keberadaanya boleh dikatakan
cukup menyita ruang dalam rumah-rumah yang sempit, karena itu perencanaan
tangga jelas merupakan hal yang sangat penting dipikirkan dalam
proses mendesain rumah.
Ada berapa jenis dan bentuk tangga yang biasa digunakan di rumah-rumah?
Jenis tangga ada bermacam-macam, sebenarnya fungsinya utamanya
adalah sebagai alat naik turun antar lantai. Jenis tangga semakin
beragam dan tidak lagi dipilah berdasarkan jenis=jenisnya, namun
lebih pada inovasi bentuk tangga. Ada tangga yang denahnya berbentuk
U, L, dan sebagainya. Tangga juga ada yang berdenah melingkar, seperti
tangga-tangga di bangunan istana di Eropa. Ada pula tangga yang
sekedar dipakai untuk naik turun saja, seperti tangga putar, tangga
monyet, dan sebagainya. Tangga yang sesuai untuk dalam rumah biasanya
tangga dengan bentuk yang menarik dan dapat menunjang estetika dalam
rumah.
Apa penggunaan tangga ini paling banyak digemari tangga yang seperti
apa?
Tangga U dan tangga L cukup banyak digunakan untuk rumah-rumah
tinggal. Pertimbangannya, tangga jenis ini dapat dipadukan dengan
baik dengan denah rumah yang pada umumnya memiliki bentuk2 segi
empat. Lain dengan tangga melingkar, yang denahnya bundar, untuk
meletakkan tangga semacam ini dalam rumah tinggal, perlu trik khusus,
misalnya dengan membuat tangga berdiri sendiri pada ruangan yang
cukup luas.
Trennya tahun ini seperti apa, dan kira-kira tahun depan seperti
apa?
Tren tangga yang digemari tahun ini adalah tangga bentuk sederhana
yang sesuai dengan gaya minimalis modern. Tangga sederhana bukan
berarti tangga yang apa adanya, karena material yang digunakan untuk
tangga bisa menjadi perhatian dan unsur menarik dari tangga, misalnya
tangga dari kayu, tangga dari batuan, atau keramik2 unik yang makin
banyak beredar. Tren tahun depan saya pikir masih cukup sama dengan
tahun ini, karena kelihatannya tren rumah modern minimalis masih
menjadi tren yang cukup digemari hingga akhir tahun ini, jadi kemungkinan
besar tren tahun depan masih sama 'iklimnya' seperti tahun ini.

Ada berapa macam bahan yang biasa digunakan untuk tangga?
Macam-macam. Untuk konstruksi tangga, yang lazim digunakan adalah
konstruksi beton bertulang, karena konstruksi ini cukup sesuai dan
mudah dikombinasikan dengan konstruksi beton bertulang yang banyak
digunakan di Indonesia pada umumnya, Jawa, Sumatera dan daerah lain
dimana distribusi semen sudah bagus pada khususnya. Selain itu ada
juga tangga-tangga dengan konstruksi kayu, konstruksi baja, dimana
bahan utama konstruksinya tentu saja kayu atau baja. Untuk anak
tangga, biasanya dilapis dengan material pelapis seperti keramik,
kayu, bahkan kaca, atau juga dibiarkan 'telanjang' dengan material
beton ekspos.
Bagaimana cara memilih bahan dan jenis tangga yang sesuai dengan
bentuk dan konsep rumah kita?
Pertama kita lihat dahulu dari segi konstruksi, kira-kira konstruksi
jenis apa yang paling sesuai, apakah beton bertulang, kayu, baja
atau lainnya. Sesuaikan dengan material bangunan apa yang paling
banyak digunakan untuk rumah Anda. Apakah rumah Anda paling banyak
menggunakan konstruksi kayu? atau beton bertulang?
Selanjutnya tipe tangga seperti apa yang sesuai untuk rumah kita?
Apakah tangga yang paling sesuai adalah tangga berbentuk U atau
L, atau tangga melingkar. Letakkan tangga pada area yang paling
sesuai dan mudah dijangkau dari ruang-ruang di seluruh rumah.
Lihat pula dari sisi estetika tangga, bahan penutup apa yang paling
sesuai untuk anak tangganya? Anak tangga bisa ditutup dengan keramik,
kayu, atau bahan lainnya. Sesuaikan warna bahan dengan estetika
dalam ruangan. Sesuaikah bila anak tangga diberi penutup dari bahan
kayu? Atau keramik? Atau keramik dengan motif kayu?

Sesuaikan pula dengan gaya arsitektur rumah tinggal kita. Rumah
tinggal dengan gaya modern tentunya kurang sesuai bila diberi jenis
tangga yang banyak ornamen atau hiasannya seperti pada gaya klasik.
Demikian pula dengan gaya klasik, sesuakan ornamen atau hiasan pada
railing tangganya sesuai dengan kebutuhan dan estetika/keindahan
yang diinginkan.
Kalau rumah minimalis yang banyak dipakai orang sekarang ini cocoknya
pakai tangga seperti apa?
Tangga untuk rumah dengan gaya jenis modern ini biasanya tangga
yang sederhana, dari bahan beton bertulang dengan tanpa hiasan seperti
tangga klasik. Tangga ini didesain dengan mengutamakan kesederhanaan
bentuk dan fungsi yang kuat, serta memiliki kontribusi untuk estetika
ruangan, karena unsur garis-garis dari railing tangga, pengaman
tangga yang dibuat dari besi atau kayu dapat menambah keindahan
ruangan. Jangan memaksakan tangga berornamentasi seperti tangga
bergaya klasik untuk tangga rumah minimalis, karena tidak akan sesuai.
Biasanya permintaan konsumen itu seperti apa, misalnya mereka perlu
tangga dengan jumlah anak tangga ganjil atau misalnya bergantung
pada fengshui?
Betul, orang-orang yang mempercayai Feng Shui biasanya meminta
tangga mereka dengan perhitungan khusus, arah hadap khusus, letak
khusus dan hal-hal lain yang dipertimbangkan seperti hubungannya
dengan pintu-pintu kamar, dan sebagainya. Bagi mereka yang tidak
memakai Feng Shui, kebanyakan tidak mempermasalahkan letak tangga,
sepanjang tangga itu secara fungsional cukup baik.
Biasanya, penempatan tangga di sebelah mana dari rumah?
Tangga biasanya ditempatkan di area yang cukup mudah dicapai melalui
ruang-ruang dalam rumah. Karena itu paling banyak ditempatkan di
area ruang keluarga, dimana menjadi area sirkulasi paling banyak
dilalui dalam rumah. Ada pula tangga yang ditempatkan di area khusus
seperti di sekitar area service, area cuci dan tempat jemur, area
belakang rumah agar memiliki akses ke lantai atas, dan sebagainya.
Pada dasarnya, penempatan tangga haruslah sesuai kebutuhan, luas
rumah, dan sebagainya. Rumah yang cukup luas tentunya membutuhkan
tangga lebih banyak, usahakan agar jarak antar tangga tidak lebih
dari 15 hingga 20 meter. Pada rumah-rumah yang sangat besar, tangga
lebih dari dua sangat mungkin harus ada, agar sirkulasi naik-turun
dalam rumah tetap nyaman.
Tangga berbahan konstruksi beton bertulang, dengan kombinasi railing
besi dan kaca
Apa saja yang harus diperhatikan untuk meletakkan tangga?
Tentu saja kemudahan akses. Letakkan tangga ditempat yang paling
mudah dijangkau. Tujuannya agar tangga bisa digunakan semaksimal
mungkin bagi penghuni rumah. Letakkan tangga juga ditempat-tempat
yang lain, agar bila ruangan utama sedang dipakai, penghuni masih
bisa naik turun dari tangga lain di area lain dalam rumah. Tangga
juga harus berfungsi dengan baik sebagai sarana evakuasi bila terjadi
musibah, seperti gempa, atau kebakaran, bahkan tsunami. Gunakan
bentuk tangga yang mudah digunakan dan tidak mudah membuat orang
terpeleset, atau sulit naik tangga. Tujuannya tentunya agar rumah
kita makin nyaman ditinggali dan aman, mudah digunakan oleh penghuni
dari segala umur, dari anak2 hingga manula.
Apa fengshui juga penting untuk peletakan tangga? Atau orang-orang
sekarang lebih mengutamakan fungsi atau estetika peletakan?
Dari pengalaman mendesain rumah-rumah tinggal, Feng Shui sangat
penting bagi mereka yang mempercayai Feng Shui, karena hal ini berpengaruh
pada cara mereka hidup dan berkeyakinan. Bagi mereka yang menggunakan
Feng Shui, hal seperti ini sangat-sangat penting sehingga harus
diperhatikan dan diaplikasikan dalam desain tangga.
Bagi mereka yang tidak memakai Feng Shui, permintaan letak tangga,
jumlah anak tangga, tinggi tangga dan sebagainya lebih didasarkan
pada fungsi tangga tersebut, dan tidak begitu masalah bila tidak
memakai prinsip Feng Shui.
Jadi pada dasarnya kembali lagi pada pengguna rancangan rumah atau
tangga tersebut, penting tidaknya memakai aturan Feng Shui, atau
aturan lain seperti petungan Jawa. Dengan demikian, dari sisi arsitek,
kita bisa menjawab kebutuhan calon penghuni rumah dengan desain
yang memadai dan sesuai dengan cara hidup mereka, tentunya yang
masih dapat diterima secara akal (Feng Shui memiliki konsep yang
cukup bisa diterima secara logis). Rumah bisa menjadi tempat hidup
yang sesuai bagi penghuninya.
Top
of Page
|